Saturday, May 29, 2010

IT'S TIME TO MOW THE LAWN!

How do you know it's time to mow the lawn?

Easy! The moment you realize Kemecut and gang begin to leave their needle-like little flowers on your pants everytime you enter their area, or when you see that La La Ng @ Lalang & Co. starts to establish its sub-companies here and there, then it's time to get your lawn mower ready for action.











You have to decide on certain things before you get started. First, you might want to decide on the extent of cropping that you wish to do: minimum, medium or maximum? Minimum cropping would leave you with greener lawn, but necessitate re-mowing within a much shorter time period. If you mow the area 'bald',  then you will have a 'botak'-look lawn, but a longer rest before putting your mowing machine into action again. What you decide on can tell wether or not  potong rumput job really excites you!


Mowing, done in the morning, might save you from the ill-effects of the sun's UV rays. But your lawn mower might not function efficiently in chanelling the wet and sticky grass into the bucket that is attached to its back. If you run the machine without the bucket (that will also make the machine lighter to handle), you will end up spending more time raking together the cut grass afterwards.










If you decide on not using the bucket, you might want to avoid pushing and pulling your machine in hay-wire or haphazard directions. That would mean that you are 'scattering' the grass that you have cut! Think about the raking task after that which might leave you gasping for breath!

Always push your machine forward (and pull it backward) in a straight line, to ensure that the cut grass would gather in straight lines too. This would make the raking job easier.  You could make several small 'grass islands' or one large heap out of the stuff collected.











I do not treat the cut grass as waste. I normally use it to make my compost fertilizer (just google to get more information about it). I also use it to mulch my young plants, like what I've done to my papaya tree (pic. above).


Different people have different reasons for mowing their lawns. I do it because I just love the job, although I must also admit that there are certain places that I don't like to mow  -  the slopes, which demand more energy in handling the machine, and those areas around the trees which curtail my movement.










I like mowing my lawn also because this job is a real sweat (for a warga emas like me), that can really make me sweat (and hopefully, stay healthy!). I have been yearning to make my lawn nampak elok (although this doesn't seem to be materializing!).

Oh yes, there is another important reason that I should mention. By mowing the lawn on  a more regular basis, I hope to discourage local PATIs (Pendatang Tanpa Izin), such as those shown below, from encroaching into my private property.










To All Those Concerned, Happy mowing!

Monday, May 24, 2010

BERTAMBAT-TAMBAT PERAHU ...

Baru balik makan angin ke KK, Sabah (19-22 Mei '10). Dekat 40 tahun tak ke sana.  Lamanya! Tapi   bukan nak cerita ziarah KK. Nak cerita baiknya hidup berjimat cermat. Tercetus dalam benak lepas balik dari KK.

Orang besar MAS dulu, Datuk Idris Jala (DIJ), sangat tekankan supaya MAS berjimat cermat. Akhirnya akaun MAS berubah, dari merah ke hitam. Memang diakui, ada langkah-langkah lain yang DIJ turut ambil. Tapi, pasti ada juga betulnya kata-kata "Bertambat-tambat perahu, berderetan di tepian; Berjimat-jimat selalu, berkeuntungan sepanjangan!"

Agaknya DIJ pernah wajibkan, bila tukar sarung kusyen,  guna kain 'jualan murah' (maaf gurau, Dato'!). Tak payahlah nak kira warnanya 'matching' atau tidak. Juga, ganti sarung yg rosak saja! Ganti dengan colour yang dapat dibeli. Jangan kira warna apa! Jangan kisah walau tak matching.


DIJ juga mungkin amat yakin, cara menghidang makanan (dan makanannya) yang dulu-dulu itu, terlebih mewahnya. Banyak benda kena basuh, jaga atau perbaiki. Rugi! Tak termasuk kerugian benda-benda berlogo MAS yang lesap dijadikan cenderamata oleh penumpang. Semuanya sebabkan laba tak datang, kerugian memanjang!

Jadi, cara sekarang, macam di bawah, lebih 'best'lah, tak? Cara dan isinya simple. Yang penting -  sedap makanan, baik layanan.


Yang kutahu, dulu-dulu, penumpang kapal terbang = penumpang berkelas. Tak macam penumpang teksi. Apa lagi penumpang bas! Penumpang kapal terbang pakai 'baju coat' dan tali leher. Sebab itu layanan pun mesdti yang terbaik untuk mereka.

Hari ni orang tak kisah dah. Naik kapal terbang dah macam naik bas juga. Apa lagi bila tambang kapal terbang juga dah rendah. Yang orang kira, nak sampai tempat dituju. Dengan tambang termurah. Orang tak kira nak makanan hebat, atau perkhidmatan terlalu canggih.

Semasa penerbanganku ke KK,  kurasakan sempurnalah makanan dan layanan anak kapal MAS. Tentulah lebih sempurna dalam business class. Tapi hari itu, aku rasa lebih gembira.   Kerana seorang pramugarinya bekas anak didikku. Memang aku tak cam. Dia yang menegur . Penuh sopan. Sambil menghulurkan paket mertabak ayam yang kuminta, dia menyapa,

 "D* ?" Aku kaget kecil. Pramugari tahu dari mana?
Dia bertanya, "D* mengajar di U*M?"
Kujawab, "Ya. Pernah, di U*M".
Dia senyum. "D* pernah mengajar saya. D* beri saya A untuk subjek D*!"
Kujawab balik, "Oh, ya ka? Awak baguslah tu! You must be good!"
Kusambung, "Program apa di U*M?"
Dia menjawab, "Diploma Pembangunan Manusia".

Walau disebutnya tahun graduasi, tidak berapa kedengar pula. Aku cuma mahu memikirkan masa itu, bagaimana graduan Diploma dalam bidang Pembangunan Manusia boleh 'tinggi di awan' kerjayanya! Walau apapun, Alhamdulillah!

Sayangnya, nama pada baju bekas pelajar yang molek wajah dan budi pekerti itu tak kuperhatikan. Juga terlupa nak kutanya. Walaupun gambarnya sempat kurekodkan.


Semasa dalam  MAS, balik ke KL dari KK, entah di lokasi mana, aku ternampak kapal  Dato' Tony Fernandez di bawah. Macam seekor ikan Japanese Carp dalam kolam yang luas. Tapi dia di depan! Namun MAS 737 yang kunaiki dapat memotongnya. Macam ada perlumbaan di ruang angkasa pula!


Dalam hatiku teringat, MAS pun sudah belajar berjimat cermat.  Berjimat dengan banyaknya. Caj MAS juga sudah jadi rendah. Sudah ketara: untungya bertambah. Kelajuannya,  dalam terbang meniru arah dan cara orang lain, juga terserlah.

Pun begitu, aku tertanya-tanya juga. Bolehkah MAS terus mengatasi cara bisnes angkatan 'kapal merah' Dato' Fernandez? Bersaing sihat,  sambil benar-benar berjimat cermat? Dari segi kelajuan terbang tadi nyata dia boleh berjimat, dari segi  kadar masa penerbangan. Dia pun 'orang' lama dan besar. Tentu lebih berkemampuan dalam banyak hal.

Sunday, May 16, 2010

HARI GURU, 2010



KEPADA PARA GURU DI SELURUH NEGARA



dengan takzimnya diaturkan ucapan

TAHNIAH!

SELAMAT MENYAMBUT HARI GURU 2010

ANDA KALIAN PEMBINA BANGSA
MEMBAKAR DIRI MENERANGI MAYA

TERIMA KASIH DAUN PALAS
JASA SUMBANGSIH TAK DAPAT DIBALAS!